37% Spesies Hiu-Pari Terancam, Aksi Sebelum 2026
"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya." Kita semua tahu, menjaga lingkungan adalah amanah yang tidak bisa kita abaikan. Ini bukan sekadar tentang hiu atau pari, ini tentang tanggung jawab kita terhadap bumi dan masa depan.
Jujur aja, ketika kita mendengar bahwa 37% spesies hiu dan pari terancam punah, itu bukan sekadar angka. Itu adalah alarm merah bahwa kita harus berubah. Kenapa? Karena laut bukan supermarket tak terbatas. Jika kita terus mengeksploitasi, yang akan kita tinggalkan cuma laut tanpa kehidupan.
Menurut data dari IUCN, ancaman terhadap spesies ini datang dari penangkapan berlebihan dan perburuan sirip. Industri perikanan yang belum tertib ini benar-benar red flag. Tapi yang lebih parah, kita masih kasih subsidi buat aktivitas yang justru merusak ekosistem.
Pikirkan aja, dengan mengalihkan subsidi ini ke program pelestarian, kita bisa bantu ekonomi pesisir yang lebih sustainable. Nelayan bisa diajak beralih ke praktik yang lebih ramah lingkungan, malah bisa jadi guardian laut, bukan predator ekosistem.
Alih-alih fokus pada keuntungan instan, negara punya tanggung jawab moral untuk menjaga aset laut kita. Ini bukan cuma soal ekonomi, ini tentang hak generasi mendatang untuk menikmati alam yang masih kaya.
Kita bisa mulai dengan menertibkan perdagangan sirip hiu dan mengawasi ketat praktik penangkapan. Percaya deh, ini bukan cuma soal regulasi, ini tentang menyelamatkan warisan alam kita.
Jadi, masih mau diam aja?


