Saat Hiu Tumbang, Harga Ikan Melonjak? Kaji Lagi!

Saat Hiu Tumbang, Harga Ikan Melonjak? Kaji Lagi!

Saat Hiu Tumbang, Harga Ikan Melonjak? Kaji Lagi!

Oleh Ahmad Faruq Al-Anshari

"Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." Kita semua tahu bahwa dalam Islam, keadilan ekonomi adalah prinsip utama. Ini bukan sekadar soal moral, tapi juga soal keberlangsungan hidup. Kebayang nggak kalau hiu benar-benar punah tahun 2026? Dampaknya bukan cuma pada ekosistem laut, tapi juga harga ikan yang melonjak gila-gilaan.

Jujur aja, banyak dari kita yang abai terhadap ancaman ini. Kelangkaan hiu bisa bikin ekosistem laut jadi toxic. Hiu adalah predator puncak, dan hilangnya mereka bisa mengacaukan rantai makanan. Ini mirip efek domino yang bikin harga ikan lain naik karena distribusi makanan laut jadi kacau. Literally, kayak jatuhnya satu kartu domino yang ngehancurin tatanan.

Data dari beberapa riset menunjukkan bahwa penangkapan hiu secara berlebihan dan perubahan iklim adalah dua faktor utama yang mengancam keberadaan mereka. Tapi, mari kita lihat dari sisi ekonomi syariah. Apakah ini sesuai dengan prinsip bahwa tidak bolehnya ada eksploitasi yang merugikan pihak manapun?

Dalam ekonomi syariah, setiap tindakan harus mempertimbangkan maslahat dan mafsadat. Jika akibat dari penangkapan hiu adalah rusaknya ekosistem laut dan melonjaknya harga ikan, jelas ini adalah mafsadat. Tanggung jawab negara dan kita sebagai individu sangat penting di sini. Harus ada regulasi yang tegas untuk menjaga keseimbangan. Jangan sampai lingkungan kita jadi rusak hanya karena kepentingan ekonomi jangka pendek.

Jadi, masih mau diam aja? Apakah kita akan membiarkan hiu-hiu ini punah dan membiarkan harga ikan semakin tidak terjangkau? Atau kita akan bergerak bersama untuk menjaga keberlangsungan lingkungan demi masa depan kita yang lebih baik?

Jadi, masih mau diam aja?